Investor Sibuk Rotating Header Image

Investor Saham

Investor adalah orang yang menanam saham. Ada dua cara bagi investor untuk memiliki sebuah saham pada perusahaan atau emiten. Pertama investor saham adalah yang membeli sajam pada waktu emiten melakukan Initial Public Offering (IPO), yaitu suatu penawaransaham perdana atau saat perusahaan melakukan suatu go public. Kedua, melalui suatu pembelian di pasar sekunder, yakni melalui suatu transaksi jual beli pada setiap hari di perdagangan bursa saham. Pembelian saham yang dilakuka investor saham melalui IPO biasanya dibatasi. Investor biasanya hanya mendapat jatah sangat sedikit dari undertwitter, yakni perusahaan yang menjamin pelaksanaan emisi saham. Sebaliknya investor saham dapat membeli berapa pun jumlah saham melalui pasar sekunder sepenjang ada penjual yang kemudian akan menjualnya.

Investor saham yang ingin melakukan investasi saham, mutlak untuk mengetahui terlebih dahulu perusahaan apa yang akan dia miliki. Jika seseorang ingin membeli saham misalnya pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) maka ia harus mengetahui terlebih dahulu perusahaan jenis apa Telkom tersebut. Ia juga harus mengetahui apakah Telkom mendapatkan perusahaan yang bonafit? Lalu, siapakah pemilik dari mayoritas perusahaan itu? Siapa juga direkturnya dan komisarisnya? Apakah Telkom merupakan suatu perusahaan yang untung atau juga sebaliknya? Dan jika untung berapa keuntungannya dalam setahun?

Pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan hal-hal yang haruslah diketahui sebelum menjadi investor saham atau membeli saham. Dengan mengetahui hal-hal tersebut orang tersebut tidak akan seperti membeli kucing dalam karung. Jika tidak mengetahui suatu jawaban atas dari pertanyaan-pertanyaan diatas, maka siap-siaplah pembeli untuk merasakan kecewa, karena bisa saja ternyata ia memilih perusahaan yang walaupun kantornya terlihat megah, namun selama bertahun-tahun ternyata tidak pernah menghasilkan keuntungan alias selalu rugi.

Oleh sebab itulah, membutuhkan pengetahuan yang sangat mendalam dan pengetahuan yang penting untuk membeli suatu saham. Dibutuhkan juga suatu usaha yang serius dan tidak main-main, bersifat konsisten, dan juga tekun untuk memahami apa yang terjadi pada bursa saham. Bukan hanya sekedar main-main saja karena jika tidak kecewa yang akan dirasakan.

Investasi Properti

Hingga saat ini investasi properti masih dianggap sebagai sarana investasi yang paling menjanjikan. Selain harga yang terbukti mengalami kenaikan terus menerus dari waktu ke waktu, property juge memberikan peluang bagi pemiliknya untuk mendapatkan penghasilan dari sewa. Ada dua alasan harga property mengalami kenaikan terus menerus. Pertama kepemilkian property menjadi tujuan hidup semua orang di dunia. Pembelian property merupakan pengeluaran terbesar yang ingin dilakukan oleh setiap orang. Siapapun  akan bekerja, pagi siang, malam demi property. Mengerjaka banyak hal mendatangkan uang, Hidup hemat dan melakukan investasi demi sebuah tujuan utama, yaitu kepemilikian properti.

Setelah memiliki sebuah properti, tidak jarang ada begitu banyak orang yang ingin membeli propertu kedua, ketiga, dan seterusnya. Besarnya permintaan tersebut membuat propertu menjadi sesuatu yang menarik dengan harga terus menerus mengalami peningkatan. Hal kedua yang menyebabkan harga property dalam investasi properti baik adalah lahan yang semakin sempit dan proses yang cukup lama untuk membuat sebuah property. Besarnya permintaan dan penawaran yang tidak sebanding ini membuat pergerakan harga property cenderung meningkat. Jika kita ingin memiliki uang dalam jumlah besar, kita bisa membeli property dan menjualnya dalam satu tahun ke depan untuk mendapatkan keuntungan. Lokasi menjadi faktor penting dalam menentukan pembelian property untuk tujuan investasi. Semakin bagus lokasi property harganya juga smekain tinggi.

Hal itu berarti dalam dana awal investasi properti yang kita investasikan juga harus dalam jumlah yang besar. Karena itu, tidak heran jika sebagian besar para pelaku investasi dibidang properti didominasi oleh orang-orang kaya. Selain dana investasi awal yang besar, investasi properti juga memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain adanya biaya perawatan bangunan, biaya penjagaan, pajak dan sebagainya. Investasi dalam bentuk properti juga merupkan investasi tidak likuid, artinya jika suatu ketika kita membutuhkan dana segar, tidak serta merta kita bisa langsung menjual properti yang kita miliki dengan harga yang layak. Biasanya proses transaksi jual dan beli properti bisa memakan  waktu hingga berbulan-bulan.

Investasi properti atau real estate secara sederhana berarti mengeluarkan atau menanamkan modal dalam aset yang berbentuk tanah dan atau bangunan diatasnya. Bentuk investasi lain dalam properti ialah, saham, obligasi, deposito, emas, dolar, dan lainnya. Disini biasanya orang berinvestasi karena terdorong oleh harapann memperoleh keuntungan yang begitu tinggi. Setidaknya ada enam keuntungan dalam berinvestasi properti, yakni :

  1. Apresiasi dari nilai tanah (karena sifatnya terbatas dan tidak bergerak atau immobility)
  2. Nilai tambah dai pengembangannya (seperti dibuat bangunan komersial atau areal pertanian).
  3. Adanya pendapatan daru kegiata operasi (disewakan misalnya)
  4. Merupakan agunan yang baik
  5. Proteksi daya beli terhadap inflasi.
  6. Merupakabb kebanggaanbagi pemilik atau pemakainya.

Investasi Saham

Saham adalah investasi dan memang demikianlah pandanga dari teori ekonomi bahwa saham adalah salah satu instrument atau salah satu jenis investasi. Saham tidak berbeda dengan emas dan mata uang asing yang harganya tidak bisa naik dan turun. Kita bisa membeli barang-baranh tersebut dalam rangka melakukan investasi, artinya upaya untuk membuat uang yang kita miliki saat ini menjadi lebih banyak jumlahnya pada kemudian hari. Ingat, prinsip dalam investasi saham adalah mengembangkan uang yang kita miliki saat ini. Dari definisi tersebut, hal pertama yang harus kita miliki adalah uang, Kita harus punya uang terlebih dahulu supaya bisa melakukam nvestasi dalam bentuk saham.

Saham bukanlah sarana untuk menjadikan seseorang kaya degan modal nol. Karena itu, jika Anda belum memiliki uang lebih, setelah selesai membaca artikel ini, segeralah berkonsentrasi untuk memiliki uang supaya Anda bisa menerapkan apa yang Anda baca. Setelah Anda punya uang, ada pertanyaan selanjutnya yaitu seberapa banyak uang yang Anda miliki saat ini. Uang yang dimaksudkan disini adalah uang yang tidak terpakai. Jika Anda memiliki gaji lima juta rupiah per bulan, tetapi pengeluaran Anda sebesar 4,7 juta perbulan, sebaiknya Anda tidak melakukan investasi saham. Tabungkan saha sisa uang yang ada.

Investasi saham menggunakan dana yang tidakakan diselesaikan jika dana itu hilang. Artinya, andaikata dana tersebut lenyap, keuangan pribadi dan leuarga tidak akan terganggu. Jumlah minimum dana tersebut adalah lima juta rupiah. Hingga saat ini belum ada informasi mengenai seseorang melakukan  investasi saham dengan modal dibawah lima juta rupiah, kecuali menggunakan rekening tabungan. Pada umumnya ketika kali pertama membuka sebuah rekening untuk melakukan investasi saham, kita diwajibkan untuk menyerahkan dana awal yang disebut dengan dana deposit. Besarnya dana deposit tersebut bervariasi, dari Rp. 5 juta, 10 juta, 25 juta, 50 juta, 100 juta hingga diatas angka tersebut. Dana deposit itu bukanlah dana hilang, melainkan dana yang akan kita gunakan untuk membeli saham sesuai kapasitasnya

Saat ini asumsikan Anda sudah punya  uang yang siap dilakukan untk investasi saham dan andaikata uang tersebut hilang, arus kas keuangan Anda tidak terpengaruh. Tahap berikutnya adalah mencoba untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan saham. Saham adalah bentuk penyertaan modal dalam sebuah perusahaan. Ketika kita memiliki seham sebuah perusahaan, misalnya ketika perusahaan bernama Kitakaya bisa dikatakan kita memiliki perusahaan tersebut sebesar presentase tertentu sesuai degan jumlah lembar saham yang kita miliki. Pada umumnya perusahaan-perusahaan yang menjual sahamnya kepada masyarakat luas adalah perusahaan yang telah berdiri selama rentang waktu tertentu dan mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, diharapkan pada masa yang akan datang keuntungan tersebut bisa tetap dipertahankan atau ditingkatkan sehingga pemilik perusahaan bisa mendapatkan keuntungan. Sampai disini kita paham bahwa ketika kita membeli saham perusahaan Kitakaya, sebenarnya yang kita beli bukan masa kini perusahaan, melainkan masa depan perusahaanlah yang kita beli.

Instrumen Pasar Modal

Instrumen pasar modal Indonesia adalah efek atau surat berharga yang tebagi ke dalam lima kelompok besar, yaiitu :

  1. Efek bersifat ekuitas (contoh saham)
  2. Efek bersifat utang (contoh obligasi)
  3. Produk derivative (contoh waran, roght, opsi)
  4. Produk rekasana
  5. Produk pasar modal syariah (produk pasar modal syariah)

Efek bersifat ekuitas adalah efek atau surat berharga yang dapat menambah ekuitas pemiliki modal. Efek besifat ekuitas meliputi saham efek yang dapat ditukar dengan saham, atau efek yang mengandung hak untuk memperoleh saham. Investor yang memiliki instrumen pasar modal jenis ini berarti ikur menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan. Instrumen yang palingdikenal dari pasar jenis ini adalah saham. Ada dua jenis saham yang umum dipasarkan yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Efek bersifat utang adalah efek berupa surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan (selaku debitor) dan dijual kepada investor (seolaku kreditor). Efek bersifat utang yang paling umum adalah obligasi.

Perusahaan sering memenfaatkan pasar obligasi untuk mencari pinjaman langsng dari investor dengan menerbitkan surat utang. Selain akan membayar uang sejumlah pokok pinjaman, perusahaan juga harus membayar bunga pinjaman atau kupon bunga s ecara berkala. Oleh karena investor menerima pembayaran bunga setiap periode dalam jumlah tetap, semua efek bersifat utang yang diterbitkan perusahaan disebutv juga efek berpendapatan tetap.  Derivatif merupakan bentuk turunan dari sekuritas utama dalam instrument pasar modal, misalnya turunan dari saham. Derivatif yang banyak dikenal di Indonesia barulah warrant dan right. Sementara itu, reksadana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Produk reksadana terdiri dari berbagai macam bentuk.

Instrumen pasar modal adalah saham. Saham (share/strock/andeel/andil) adalah salah satu instrument pasar modal yang paling umum diperdagangkan karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Saham adalah tanda penyertaan modal dari seseoang atau badan usaha di dalam suatu perusahaan perseroan terbatas. Dengan memiliki saham, berarti kita ikut memiliki perusahaan sehingga berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perusahaan-perusahaan yang ingin menambah modal usaha dapat menerbitkan saham, kemudian menjual saham tersebut melalui mekanisme penawaran umum (go public) dengan bantuan perusahaan efek selaku penjamin emisi efek dan selaku perantara pedagang efek.

Perusahaan yang telah go public dinamakan emiten. Jika sahamnya telah dimilikimoleh lebih dari 300 orang dan memiliki modal disetor diatas Rp. 3 milyar, perusahaan emoten tersebut dapat berubah status menjadi perusahaan public. Emiten dan perusahaan public digolongkan sebagai perusahaan terbuka (Tbk) karena telah menjual sebagian sahamnya kepada public atauu masyarakay investor.

Daftar Istilah Populer di Pasar Modal

Agio Saham : Selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai nominalnya dalam hal dikeluarkan dengan nilai nominal.

Atas Nama : Dituliskan nama dari pemilik efek tertentu pada sertifikat efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan efek. Contoh : Saham atas nama, berarti nama yang tertulis di sertifikat saham tersebut adalah pemiliknya.

Atas Unjuk : Tidak ditujukkannya nama dari pemilik efek, dengan demikian siapa saja yang membawa efek tersebut dapat mengaku dan sah menjadi pemilik efek tersebut ( seperti uang )

Capital Gain : Keuntungan  yang diperoleh dari perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (  rugi ), disebut capital loss

Corporate Action : Suatu tindakan / keputusan perusahaan publik yang akan berpengaruh terhadap kepentingan pemegang saham seperti pembagian deviden, pemberian saham bonus, stok split, right issue, dll.

Delisting (penghapusan pencatatan) : Penghapusan efek dari daftar efek  yang tercatat di  Bursa sehingga Efek tersebut tidak dapat diperdagangankan di Bursa. Saham-saham yang telah di-delist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa, dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.

Dilusi : Penurunan persentase pemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.

Deviden : Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang.

Deviden Saham : Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

Penasehat Investasi: Seseorang atau perusahaan yang mendapat izin resmi dari Bapepam untuk bertingdak sebagai pemberi nasehat kepada pemodal awam  yang ingin menanamkan modalnya dengan harapan memperoleh penghasilan yang memadai.

Perusahaan Publik : Perseroaan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 ( tiga ratus ) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp.3.000.000.000 ( tiga milyar rupiah ) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Perusahaan Tercatat : Perusahaan yang saham-sahamnya tercatat atau terdaftar dan dapat diperdagangkan pada suatu bursa efek. Masing-masing bursa efek mempunyai persyaratan tersendiri bagi suatu perusahaan yang akan tercatat di bursa tersebut.

Right Issue ( Penawaran Umum Terbatas ) : salah satu bentuk peningkatan modal disetor suatu perseroan. Dalam right issue, perseoraan menawarkan hal ( right ) kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang tentu saja berarti menyetor modal dengan rasio tertentu. Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya,  maka ia dapat menjual haknya tersebut kepada investor lain. Dengan demikian di pasar modal juga dikenal perdagangan right. Jadi right adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk terlebih dahulu membeli saham yang baru dikeluarkan dengan tujuan agar para pemegang saham lama diberi kesempatan untuk mempertahankan persentase kepemilikannya dalam suatu perusahaan.

Saham  Bonus : Saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Saldo laba : akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan permbagian deviden dan koreksi laba rugi diperiode lalu.

Suspensi : Penghentian sementara perdagangan suatu saham di Bursa Efek.  Penghentian ini dapat disebabkan karena permintaan Emiten sendiri atau merupakan keputusan  bursa dalam rangka memberikan perlindungan kepada investor atau dapat pula karena pengenaan sanksi oleh Bursa Efek kepada suatu emiten.

Transaksi Bursa : Transaksi yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek yang tertuang dalam bentuk kontrak kesepakatan dengan Bursa Efek. Kontrak tersebut mencakup:   a. Jual Beli Efek ( Saham atau instrumen lainnya ), b.Pinjam meminjam efek, c.Kesepakatan lain mengenai  efek / harga efek.

Transaksi di Luar Bursa : Transaksi Efek yang dilakukan di luar bursa dan tidak diatur oleh bursa. Transaksi ini antara lain dilakukan: a. Antara Perusahaan Efek, b.Perusahaan Efek dengan pihak lainnya yang tidak diatur oleh bursa efek. c.Antara pihak yang buakn perusahaan efek ( individu / lembaga pemegang saham tersendiri ).

Waran : Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan  yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan / membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah 6 bulan atau lebih. Dalam praktek, terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut sebagai insentif atau pemanis. Selain diterbitkan bersama waran, waran juga bisa diterbitkan bersama obligasi.